https://ejournal.staimmgt.ac.id/index.php/childom/issue/feedChild Kingdom : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini2026-10-06T14:28:50+00:00Khoirun Nisajurnalchildom@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Child Kingdom:</strong> Journal of Early Childhood Islamic Education is published twice a year in May and October. Journal dedicated to the exchange of quality research results in all aspects of early childhood education. The journal publishes state-of-the-art papers in fundamental theory, experiments and simulations, as well as applications, with systematically proposed methods, adequate reviews of previous works, extended discussions and concise conclusions.</p> <p><strong>Child Kingdom:</strong> published by STAI MA'ARIF MAGETAN, INDONESIA</p> <p><strong>Accreditation: Sinta 5</strong></p>https://ejournal.staimmgt.ac.id/index.php/childom/article/view/548Pengaruh Permainan Matching Game Berbasis Visual Terhadap Kemampuan Diskriminasi Huruf Pada Anak Usia 4-5 Tahun2026-10-05T13:08:58+00:00Tuti Hayatithayati18@gmail.comZulfa Mujahidah Sayutizulfamujahidahsayuti@gmail.comNida Nurul Inayahzulfamujahidahsayuti@gmail.comPutri Zahra Maharaniputrizahramaharani193@gmail.comHeri Hidayatherihidayat@uinsgd.ac.idFadilla Ayuningtyasfadillaayuningtyas@uinsgd.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan <em>matching game</em> berbasis visual terhadap kemampuan diskriminasi huruf pada anak usia 4-5 tahun di TK Sabilulungan Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode <em>pre-experimental design</em> melalui desain <em>one group</em> <em>pretest-posttest</em>. Subjek penelitian berjumlah 9 anak kelompok A yang dipilih menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan instrumen kemampuan diskriminasi huruf yang memuat dua indikator utama, yaitu membedakan huruf besar dan kecil serta mencocokkan huruf besar dengan huruf kecil. Kedua indikator tersebut dijabarkan ke dalam tujuh item pengamatan dengan skala perkembangan 1-4. Validitas isi instrumen diperkuat melalui <em>expert judgement</em> sebelum pelaksanaan penelitian, sehingga item pengamatan dinilai sesuai dengan karakteristik anak usia 4-5 tahun dan capaian literasi awal. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan diskriminasi huruf setelah perlakuan. Total skor <em>pretest</em> sebesar 192 dengan persentase 75% meningkat menjadi 242 dengan persentase 95% pada <em>posttest</em>. Rata-rata skor anak meningkat dari 21,3 menjadi 26,9. Analisis per item menunjukkan peningkatan terbesar pada kemampuan memasangkan lambang huruf secara acak, sedangkan skor <em>posttest</em> terendah terdapat pada kemampuan menjelaskan karakter huruf besar. Hasil uji <em>Wilcoxon Signed Rank Test</em> menunjukkan nilai signifikansi 0,011 (p < 0,05), sehingga permainan matching game berbasis visual berpengaruh terhadap kemampuan diskriminasi huruf anak usia 4-5 tahun.</p> <p> </p>2026-10-01T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.staimmgt.ac.id/index.php/childom/article/view/592Peran Shadow Teacher Dalam Membina Proses Belajar Anak Autisme Di Kelas A Tkit Al Hikmah Kota Palopo2026-10-05T13:27:09+00:00Nilam Cahyacahya6534@gmail.comSubhan SubhanSubhan@uinpalopo.ac.idEka Poppi Hutamieka_poppi@uinpalopo.ac.id<p>Penelitian ini membahas tentang Peran <em>Shadow Teacher </em>Dalam Membina Proses Belajar Anak Autisme di Kelas A TKIT AL Hikmah Kota Palopo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi <em>Shadow Teacher</em> di kelas A TKIT AL Hikmah Kota Palopo dan bagaimana Proses Belajar Anak Autisme di kelas A TKIT AL Hikmah Palopo. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kualitatif dengan Pendekatan Studi Kasus. Sumber data penelitian adalah <em>Shadow Teacher, </em>guru kelas, pengasuh dan anak autisme di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Al Hikmah Kota Palopo. Teknik pengumpulan data yang di gunakan yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kualitatif mulai dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian kompetensi <em>Shadow Teacher</em> pemahaman mengenai karakteristik anak autisme pada aspek kognitif dan sosial emosionalnya, memfasilitasi interaksi sosial anak dengan teman sebaya. Memberikan arahan berulang dengan bahasa sederhana, serta kegiatan yang melatih kognitif anak autisme. Kolaborasi dengan guru kelas dalam mendukung proses belajar dan potensi anak secara maksimal melalui pendekatan yang disesuaikan. Proses belajar anak autisme di pengaruhi dengan kondisi emosionalnya, melalui bimbingan terstruktur pada pembelajaran <em>practical life</em> yang telah disediakan guru dan <em>Shadow teacher</em>, anak mampu menunjukkan ketereampilan life skill sederhana dan menyelesaikan tugas saat merasa suasana hatinya baik dan stabil, kondisi ini membuat anak memerlukam pengulangan instruksi yang jelas, terstruktur, dan konsisten. Dengan adanya kesabaran dan ketekunan serta konsistensi dalam mendampingi proses belajar anak autisme maka dapat berjalan optimal meskipun dilakukan secara bertahap dan berulang.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>Shadow Teacher, Anak Autisme, Proses Belajar</em></p>2026-10-05T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.staimmgt.ac.id/index.php/childom/article/view/499Strategi Guru Mengembangkan Kognitif Anak Tunagrahita Ringan dengan Media Flash Card.2026-10-05T13:47:10+00:00Muhammad Yusufyusufiaimnu@gmail.comMatsna Luluil Maulayusufiaimnu@gmail.comLeli Fertiliana Deayusufiaimnu@gmail.com<p><em>This study aims to describe and analyze teachers' efforts in developing cognitive skills in children with mild intellectual disabilities aged 4–5 years through the use of flash card educational games at RA Al Munawaroh. The study used a descriptive qualitative approach with teachers and two children with mild intellectual disabilities as subjects. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, which were analyzed descriptively through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that at the planning stage, teachers had prepared a Daily Learning Implementation Plan adapted through indicator simplification, selection of concrete visual media, and integration of repetition and scaffolding strategies. At the implementation stage, learning was carried out in stages through the introduction of symbols, concrete demonstrations, interactive activities, and the provision of positive reinforcement that could increase children's focus and engagement. At the evaluation stage, there was an increase in cognitive abilities as demonstrated by subject A's consistency in recognizing basic colors and an increase in subject R's ability to recognize vowels and short-term memory. The use of flash cards has proven effective in helping children understand symbolic concepts concretely and gradually through a learning through play approach. However, limitations of the study lie in the relatively short duration of the study and the limited number of subjects. This study provides implications that the use of structured and repetitive visual media can be an effective strategy in developing the cognitive skills of children with mild intellectual disabilities in the context of inclusive education.</em></p>2026-10-05T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.staimmgt.ac.id/index.php/childom/article/view/586Peran Teman Sebaya dalam Perkembangan Moral dan Agama Anak Usia 4-5 Tahun di TK Nur Aam Tarobok Kabupaten Luwu Utara2026-10-05T14:01:33+00:00Amelia Amelia2202070021@uinpalopo.ac.idMakmur Makmurmakmur_s.pd.i@uinpalopo.ac.idEka Poppi Hutamieka_poppi@uinpalopo.ac.idFauziah Zainuddinfauziah_zainuddin@uinpalopo.ac.idMuh. Agil Aminmuh.agil_amin@uinpalopo.ac.id<p><strong>Abstrack</strong></p> <p>This research is motivated by the crucial role of early childhood (the golden age) as the foundation for character building, particularly in the aspects of moral and religious values, which are significantly influenced by the social environment, especially peers. This study aims to analyze the level of moral and religious development of 4–5-year-old children and to describe the role and influence of peers on this development at TK Nur Alam Tarobok, North Luwu Regency. The research employed a qualitative method with a descriptive approach. The subjects were three students aged 4–5 years, with the class teacher and parents as supporting informants. Data were collected through participant observation, interviews, and documentation over approximately five weeks (24 February–10 April 2026), validated using methodological triangulation, and analyzed using the Miles and Huberman model (data reduction, data display, and conclusion drawing). The results indicate that: (1) the children's moral and religious development from the first to the fifth week showed progressive improvement in the indicators of honesty, politeness, helpfulness, and the ability to distinguish good from bad behavior, reaching the stages of Developing as Expected (BSH) to Developing Very Well (BSB); (2) peers play a highly significant role as behavioral models through imitation, fostering motivation to share, independence, cooperation, and enthusiasm in religious habituation activities, while also introducing negative influences such as imitation of impolite vocabulary, refusal to yield, and aggressive behavior. The study concludes that peer interaction is an effective means of socialization for young children, yet it requires proactive supervision and guidance from teachers and parents to filter out negative influences.</p> <p> </p> <p> </p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya usia dini (golden age) sebagai fondasi pembentukan karakter anak, khususnya pada aspek nilai moral dan agama, yang dalam prosesnya dipengaruhi secara signifikan oleh lingkungan sosial berupa teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat perkembangan moral dan agama anak usia 4–5 tahun serta mendeskripsikan peran dan pengaruh teman sebaya terhadap perkembangan tersebut di TK Nur Alam Tarobok, Kabupaten Luwu Utara. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah tiga peserta didik usia 4–5 tahun, dengan informan pendukung berupa guru kelas dan orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara, dan dokumentasi selama kurang lebih lima minggu (24 Februari–10 April 2026), kemudian diuji keabsahannya menggunakan triangulasi metode dan dianalisis dengan model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perkembangan moral dan agama anak dari minggu pertama hingga kelima mengalami peningkatan progresif pada indikator kejujuran, kesopanan, tolong-menolong, serta kemampuan membedakan perilaku baik dan buruk, dengan capaian akhir pada tahap Berkembang Sesuai Harapan (BSH) hingga Berkembang Sangat Baik (BSB); (2) teman sebaya memiliki peran sangat signifikan sebagai model perilaku melalui proses imitasi, yang menumbuhkan motivasi berbagi, kemandirian, kerja sama, dan semangat dalam pembiasaan ibadah, namun juga membawa pengaruh negatif berupa peniruan kosakata kurang sopan, sikap tidak mau mengalah, serta perilaku agresif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interaksi teman sebaya merupakan sarana sosialisasi yang efektif bagi anak usia dini, tetapi tetap memerlukan pengawasan dan pendampingan proaktif dari guru dan orang tua agar pengaruh negatif dapat difilter secara optimal.</p>2026-10-05T13:56:59+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.staimmgt.ac.id/index.php/childom/article/view/504Pemanfaatan Yoga Kids Dalam Pembelajaran Terhadap Perkembangan Sosial-Emosional Anak Usia Dini2026-10-05T14:11:26+00:00Dita Maharaniditamaharani3378@gmail.comItsnaini Muslimati Alwiisnaalwi@isimupacitan.ac.id<p><em>This study is motivated by the importance of early childhood social-emotional development during the golden age, which currently faces challenges such as excessive gadget use, lack of physical activity, and limited social learning stimulation. These conditions cause children have difficulty controlling emotions, and show low cooperation skills. This study aims to describe the implementation of Yoga Kids and its implications for the social-emotional development of early childhood at TK Tunas Karya Bomo. This research employed a qualitative approach with a case study design. The research subjects consisted of classroom teachers, the principal, and early childhood students participating in Yoga Kids activities. Data were collected through observation, interviews, and documentation, while data analysis used the Miles and Huberman interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the implementation of Yoga Kids was carried out through opening, core, and closing activities in a fun and interactive manner through yoga movements, relaxation, music, and group activities. These activities helped children develop self-awareness, self-management, social awareness, relationship management, and responsible decision-making. Most children were categorized as Developing as Expected and Developing Very Well in social-emotional development indicators. This study reinforces the theories of Daniel Goleman and Lev Vygotsky regarding the importance of emotional stimulation and social interaction in early childhood development.</em></p>2026-10-05T14:11:26+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.staimmgt.ac.id/index.php/childom/article/view/613Peran Guru dalam Merancang Pembelajaran Bervariasi Untuk Menstimulasi Kreativitas Anak Usia Dini di KB Karya Mandiri2026-10-06T14:28:50+00:00Nurul Isnaininurulisnaini14524@gmail.comToib Lubiselmandilymubarak@gmail.comNurmalinda Zarimalindazari.nur@upi.eduNovi Susantinovihen328@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam merancang pembelajaran bervariasi untuk menstimulasi kreativitas anak usia dini di Kelompok Bermain Karya Mandiri Desa Ladang Peris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat fenomenologi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai metode seperti bermain, proyek, eksperimen, bercerita, bernyanyi, dan bermain peran, serta menggunakan media yang beragam. Pembelajaran bervariasi dapat meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kreativitas anak. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana dan waktu, serta perbedaan karakteristik anak. Peran guru dalam merancang pembelajaran yang bervariasi sangat penting untuk mendukung perkembangan kreativitas anak usia dini.</p>2026-10-06T14:25:55+00:00##submission.copyrightStatement##