https://ejournal.staimmgt.ac.id/index.php/childom/issue/feed Child Kingdom : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 2026-05-12T09:21:22+00:00 Khoirun Nisa jurnalchildom@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>Child Kingdom:</strong> Journal of Early Childhood Islamic Education is published twice a year in May and October. Journal dedicated to the exchange of quality research results in all aspects of early childhood education. The journal publishes state-of-the-art papers in fundamental theory, experiments and simulations, as well as applications, with systematically proposed methods, adequate reviews of previous works, extended discussions and concise conclusions.</p> <p><strong>Child Kingdom:</strong> published by STAI MA'ARIF MAGETAN, INDONESIA</p> <p><strong>Accreditation: Sinta 5</strong></p> https://ejournal.staimmgt.ac.id/index.php/childom/article/view/395 Pembelajaran Pola_Asuh_Anak Usia Dini Berbasis Pengalaman Reflektif Mahasiswa PAUD 2026-05-12T08:32:17+00:00 Yuyun Indah Sari yuyunindah23@gmail.com Khoirun Nisa khoirunnisa@staimmgt.ac.id Jumita Sari jumitasarisyahidah@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran parenting terkait pola asuh anak usia dini melalui mata kuliah “Peran Orang Tua dan Masyarakat”. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menggambarkan pemahaman mahasiswa mengenai konsep, strategi, dan praktik pola asuh yang diterapkan dalam konteks pendidikan anak usia dini. Data diperoleh melalui diskusi, tanya jawab, serta refleksi pengalaman mahasiswa berdasarkan praktik dan observasi yang dilakukan di sekolah masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua pola asuh yang umum digunakan oleh wali murid, yaitu pola asuh demokratis dan pola asuh otoriter. Pola asuh demokratis memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak, termasuk peningkatan kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi, empati, perkembangan kognitif, dan rasa tanggung jawab. Sebaliknya, pola asuh otoriter cenderung berdampak negatif, seperti meningkatkan stres, menurunkan kepercayaan diri, serta menghambat kemampuan anak dalam mengelola emosi. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman pola asuh yang tepat pada masa usia dini, mengingat fase ini merupakan periode awal pembentukan kepribadian anak.</em></p> 2026-05-01T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.staimmgt.ac.id/index.php/childom/article/view/470 Inovasi Pembelajaran PAUD: Revitalisasi Budaya Lokal melalui APE Berbasis Teknologi Digital 2026-05-03T03:42:12+00:00 Intan Prastihastari Wijaya intanwijaya@unpkediri.ac.id Rina Firliana rina_firliana@yahoo.com Yatmin Yatmin yatmin@unpkediri.ac.id Anik Lestariningrum anikl@unpkediri.ac.id Dwi Yogi Karisma rismaka27@gmail.com Mochamad Abdul Azis mochamadabdulazis43@gmail.com Fariez Firmansyah Putra fpfariez@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan serta efektivitas inovasi pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui revitalisasi budaya lokal dengan memanfaatkan Alat Peraga Edukatif (APE) berbasis teknologi digital. Penelitian menggunakan metode <em>Research and Development</em>&nbsp;(R&amp;D) dengan model Borg and Gall yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan produk, uji coba terbatas, revisi, hingga uji coba lapangan. Subjek penelitian terdiri dari pendidik dan anak usia dini pada satuan PAUD. Instrumen yang digunakan meliputi angket, lembar observasi, dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa APE berbasis teknologi digital yang dikembangkan dinyatakan layak berdasarkan hasil validasi ahli materi dan media dengan kategori sangat baik. Uji coba lapangan menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan dan pemahaman anak terhadap nilai-nilai budaya lokal. Selain itu, penggunaan APE digital mampu meningkatkan kreativitas dan minat belajar anak. Dengan demikian, inovasi pembelajaran melalui revitalisasi budaya lokal berbasis teknologi digital efektif digunakan dalam pembelajaran PAUD dan dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang kontekstual dan menarik.</p> 2026-05-03T03:38:59+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.staimmgt.ac.id/index.php/childom/article/view/479 Pengaruh Penggunaan Media Poster Bergambar Terhadap Perkembangan Kognitif dan Bahasa Anak di RA Bina Mujtama 2026-05-03T04:12:07+00:00 Anisya Ramadanty anisyasmkn1wtpxiiap1@gmail.com Muhammad Syahrir Yudawan syahriryudawan10@gmail.com <p>This study aims to develop children’s cognitive and language abilities. One effective approach to optimizing development in these two aspects is the use of illustrated poster media. Children tend to be more engaged in learning activities that are rich in colors and images, which facilitates the achievement of targeted developmental outcomes. This media is designed as creatively as possible to attract children’s interest in learning numbers more effectively and to enhance their language skills through storytelling methods based on everyday activities.This research employs a quantitative approach using a quasi-experimental design, involving both an experimental class and a control class. The sample was selected using a purposive sampling technique, consisting of 20 students at RA Bina Mujtama.The results of the study indicate that, after conducting pre-tests and post-tests, the control class showed significant and effective improvement, with noticeable differences between pre-test and post-test scores. Therefore, it can be concluded that illustrated poster media has a significant effect on the cognitive and language development of children at RA Bina Mujtama.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>&nbsp;</em></p> 2026-05-03T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.staimmgt.ac.id/index.php/childom/article/view/483 Pola Interaksi Dan Komunikasi Anak Usia 3-4 Tahun dalam Penggunaan Gadget di KB Tunas Jaya 2026-05-05T13:36:59+00:00 Sabna Anggraini kbtj1603@gmail.com Diah Wahyuningsih diah18@isimupacitan.ac.id <p><em>Children's interaction patterns with digital gadgets tend to be individualistic, which significantly influences the development of their verbal and nonverbal communication skills. During gadget use, children frequently utilize body language and facial expressions as part of their interactive experience. In terms of linguistic development, gadgets can serve as a double-edged sword; they may facilitate the expansion of vocabulary and improve language imitation skills through educational content, yet they simultaneously pose a risk of diminishing the frequency of direct, face-to-face social interactions if usage remains unsupervised. This research aims to analyze the specific interaction patterns of children aged 3–4 years within the context of gadget use at KB Tunas Jaya, with a primary focus on both verbal and nonverbal communication dimensions. A qualitative research methodology was employed, involving in-depth interviews with parents to gain a comprehensive understanding of home-based digital habits. The findings reveal that children utilize gadgets for a diverse range of activities, including consuming video content, engaging in interactive games, and participating in digital learning exercises. However, the study emphasizes that the mere presence of technology is insufficient for positive growth. Therefore, active mediation and consistent guidance from both teachers and parents are critically required to ensure that gadget use is integrated into the child’s environment in a way that optimally supports their overall communication development. Without such intervention, the potential for social isolation and communication delays increases, highlighting the necessity for balanced digital literacy from an early age.</em></p> <p>Pola interaksi anak dengan perangkat gawai (<em>gadget</em>) cenderung bersifat individualistik, yang secara signifikan memengaruhi perkembangan kemampuan komunikasi verbal dan nonverbal mereka. Saat berinteraksi dengan gawai, anak-anak sering kali menggunakan bahasa tubuh dan ekspresi wajah tertentu sebagai bagian dari pengalaman interaktif mereka. Dalam aspek linguistik, penggunaan gawai dapat berfungsi sebagai pedang bermata dua; di satu sisi, perangkat ini dapat membantu memperkaya kosakata dan meningkatkan kemampuan meniru bahasa melalui konten edukatif, namun di sisi lain berpotensi mengurangi frekuensi komunikasi langsung secara tatap muka apabila penggunaannya tidak diawasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pola interaksi anak usia 3–4 tahun dalam konteks penggunaan gawai di KB Tunas Jaya, dengan fokus utama pada dimensi komunikasi verbal dan nonverbal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada orang tua untuk mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai kebiasaan digital anak di rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak menggunakan gawai untuk berbagai aktivitas, seperti menonton konten video, bermain permainan interaktif, dan mengikuti latihan pembelajaran digital. Namun, penelitian ini menegaskan bahwa kehadiran teknologi saja tidak cukup untuk mendukung pertumbuhan yang positif. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan aktif dan bimbingan konsisten dari guru serta orang tua untuk memastikan bahwa penggunaan gawai terintegrasi dalam lingkungan anak dengan cara yang mendukung perkembangan komunikasi mereka secara optimal. Tanpa intervensi tersebut, risiko isolasi sosial dan hambatan komunikasi meningkat, sehingga literasi digital sejak dini menjadi sangat krusial.</p> 2026-05-05T13:36:59+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.staimmgt.ac.id/index.php/childom/article/view/484 Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan Terhadap Ketidak Stabilan EmosiPada Anak Usia Dini di BABaleharjo 2026-05-05T13:55:06+00:00 Cesyana Cesyana cesyaana23@gmail.com <p>Penggunaan perangkat elektronik pada anak-anak yang masih kecil terus meningkat sejalan dengan kemajuan teknologi digital. Gadget dapat memberikan keuntungan jika dimanfaatkan dengan benar, tetapi penggunaan berlebihan dapat berdampak negatif pada perkembangan emosional anak, termasuk menyebabkan mood swing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan gadget berlebihan terhadap frekuensi mood swing pada anak usia dini di BA Baleharjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi anak usia dini, guru, dan orang tua di BA Baleharjo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang menggunakan gadget dalam durasi yang berlebihan cenderung mengalami perubahan suasana hati yang lebih sering, seperti mudah marah, menangis berlebihan, sulit mengendalikan emosi, dan kurang fokus dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, penggunaan gadget berlebihan juga berdampak pada perilaku sosial anak, seperti berkurangnya interaksi dengan teman sebaya dan kesulitan dalam bekerja sama. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan gadget berlebihan berpengaruh terhadap meningkatnya frekuensi mood swing pada anak usia dini. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif orang tua dan guru dalam mengawasi serta membatasi penggunaan gadget agar perkembangan emosional anak dapat berkembang secara optimal.</p> 2026-05-05T13:41:01+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.staimmgt.ac.id/index.php/childom/article/view/477 Improving Early Childhood Health Literacy through a Smart Apps Creator Based PHBS Game 2026-05-05T13:53:23+00:00 Aisah Karunia Rahayu aisah@upi.edu Roby Naufal Arzaqi robynaufal@upi.edu Aprida P apridaap320@gmail.com Iis Tianah tianahiis071@gmail.com Tasya Umar tasyaumar1707@gmail.com <p>This study aims to analyze the implementation of Smart Apps Creator-based Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) educational games in improving early childhood health literacy as a continuation of previous research that focused on media development and feasibility (Rahayu &amp; Arzaqi, 2025). The research method used was a quasi-experiment with a one group pretest posttest design that was complemented by observation during implementation. The research subjects consisted of three children aged 57 years who were accompanied by students, with a five day implementation time which included one day of pretest, three days of game implementation, and one day of posttest. The aspects of health literacy studied include personal and environmental hygiene, healthy food, and physical activity. The research instruments were in the form of pretest, posttest, and observation sheets per PHBS game level, then analyzed descriptively, quantitatively and qualitatively. The results of the study showed that there was an increase in children's health literacy in all aspects of PHBS studied. The improvement was seen gradually through the results of daily observation which showed the development of independence, consistency, and accuracy of children's responses in completing each level of the game, and was strengthened by better posttest results than pretests. These findings show that PHBS educational games based on Smart Apps Creator are effectively used as an applicative and contextual health learning media for early childhood.&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> 2026-05-05T13:53:23+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.staimmgt.ac.id/index.php/childom/article/view/358 Tinjauan Literatur Seputar Revolusi AI dalam Pendidikan Anak Usia Dini 2026-05-12T09:21:22+00:00 Annisa Nur Fa'izah annisanurfaizah@upi.edu Anderi Putri Ramadhani anputri6@upi.edu Eka Amelia ekaamelia@upi.edu Fitri Nur'Aeni fitrinuraeni13@upi.edu Irma Nurmala irmanurmala18@upi.edu Silvani Ruhiyat silvani.ruhiyat22@upi.edu Wanda Anggih Sabila wandasabila37@upi.edu Esya Anesty Mashudi esyaanesty@upi.edu <p>Transformasi pendidikan idealnya diarahkan untuk menghasilkan peserta didik yang adaptif, kreatif, dan tangguh menghadapi dinamika zaman. Namun kenyataannya, integrasi AI dalam dunia pendidikan masih menghadapi beragam tantangan, baik dalam aspek kebijakan, infrastruktur, kesiapan tenaga pendidik, maupun resistensi terhadap perubahan paradigma pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik scoping review. Proses pencarian literatur dilakukan melalui aplikasi Publish or Perish (PoP) yang terhubung dengan basis data Google Scholar. Kata kunci yang digunakan meliputi “Revolusi AI”, “<em>Artificial Intelligence</em>”, “Anak Usia Dini”, serta “<em>Early Childhood Education</em>”. Seleksi artikel mengikuti <em>PRISMA Flow Diagram</em> yang terdiri atas tahap identifikasi (identification), penyaringan (screening), kelayakan (eligibility), dan inklusi (included). Dari 200 artikel, didapat 9 artikel yang memenuhi kriteria dengan melalui alur PRISMA-Scr.. Revolusi artificial intelligence dalam pendidikan anak usia dini menunjukkan potensi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas proses belajar dengan menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif, adaptif, dan personal sesuai kebutuhan perkembangan anak.</p> 2026-05-12T09:21:22+00:00 ##submission.copyrightStatement##