Peran Teman Sebaya dalam Perkembangan Moral dan Agama Anak Usia 4-5 Tahun di TK Nur Aam Tarobok Kabupaten Luwu Utara
Abstract
Abstrack
This research is motivated by the crucial role of early childhood (the golden age) as the foundation for character building, particularly in the aspects of moral and religious values, which are significantly influenced by the social environment, especially peers. This study aims to analyze the level of moral and religious development of 4–5-year-old children and to describe the role and influence of peers on this development at TK Nur Alam Tarobok, North Luwu Regency. The research employed a qualitative method with a descriptive approach. The subjects were three students aged 4–5 years, with the class teacher and parents as supporting informants. Data were collected through participant observation, interviews, and documentation over approximately five weeks (24 February–10 April 2026), validated using methodological triangulation, and analyzed using the Miles and Huberman model (data reduction, data display, and conclusion drawing). The results indicate that: (1) the children's moral and religious development from the first to the fifth week showed progressive improvement in the indicators of honesty, politeness, helpfulness, and the ability to distinguish good from bad behavior, reaching the stages of Developing as Expected (BSH) to Developing Very Well (BSB); (2) peers play a highly significant role as behavioral models through imitation, fostering motivation to share, independence, cooperation, and enthusiasm in religious habituation activities, while also introducing negative influences such as imitation of impolite vocabulary, refusal to yield, and aggressive behavior. The study concludes that peer interaction is an effective means of socialization for young children, yet it requires proactive supervision and guidance from teachers and parents to filter out negative influences.
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya usia dini (golden age) sebagai fondasi pembentukan karakter anak, khususnya pada aspek nilai moral dan agama, yang dalam prosesnya dipengaruhi secara signifikan oleh lingkungan sosial berupa teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat perkembangan moral dan agama anak usia 4–5 tahun serta mendeskripsikan peran dan pengaruh teman sebaya terhadap perkembangan tersebut di TK Nur Alam Tarobok, Kabupaten Luwu Utara. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah tiga peserta didik usia 4–5 tahun, dengan informan pendukung berupa guru kelas dan orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara, dan dokumentasi selama kurang lebih lima minggu (24 Februari–10 April 2026), kemudian diuji keabsahannya menggunakan triangulasi metode dan dianalisis dengan model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perkembangan moral dan agama anak dari minggu pertama hingga kelima mengalami peningkatan progresif pada indikator kejujuran, kesopanan, tolong-menolong, serta kemampuan membedakan perilaku baik dan buruk, dengan capaian akhir pada tahap Berkembang Sesuai Harapan (BSH) hingga Berkembang Sangat Baik (BSB); (2) teman sebaya memiliki peran sangat signifikan sebagai model perilaku melalui proses imitasi, yang menumbuhkan motivasi berbagi, kemandirian, kerja sama, dan semangat dalam pembiasaan ibadah, namun juga membawa pengaruh negatif berupa peniruan kosakata kurang sopan, sikap tidak mau mengalah, serta perilaku agresif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interaksi teman sebaya merupakan sarana sosialisasi yang efektif bagi anak usia dini, tetapi tetap memerlukan pengawasan dan pendampingan proaktif dari guru dan orang tua agar pengaruh negatif dapat difilter secara optimal.
Downloads
Copyright (c) 2026 Amelia amel lia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
.png)











